Tampilkan postingan dengan label santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 November 2017

Peringatan Hari Santri Di Alun-Alun Demak

  Slogan peringatan Hari Santri 2017: Santri Mandiri NKRI Hebat,

Di kota santri dan kota wali, Demak Raya, kirab dan apel santri dihadiri sekitar 5000 santri. Itu belum semuanya turun lho. Kalau semua santri didatangkan, bisa-bisa alun-alun Demak tidak cukup menampungnya.

 Alhamdulillah langit cerah, udara nyaman, apel santri berlangsung khidmah, meski ada juga kelucuan di sana sini. Hehehe

Bangga ya jadi santri. Semoga kita semua menjadi santri yang sebenar-benarnya santri.



Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration, 
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
Line: diannafi57

Peringatan Hari Santri Di Alun-Alun Demak

Peringatan Hari Santri Di Alun-Alun Demak   Slogan peringatan Hari Santri 2017: Santri Mandiri NKRI Hebat, Di kota santri dan kota wal...

Sabtu, 04 November 2017


Pelantikan Fatayat NU PAC Guntur Demak


 
 Pada hari Ahad Pahing tanggal 29 Oktober 2017, Pimpinan Cabang Fatayat NU Demak melantik pengurus baru PAC dan Ranting Fatayat NU sekecamatan Guntur. 

Sekitar lebih dari 500-an orang hadir dalam acara ini. Pelantikan berlangsung lancar, diikuti pengajian yang diisi oleh Gus Badawi, putra Kyai Bashir Kudus. Yang terutama menyemangati para sahabat fatayat NU untuk terus berkhidmah dalam organisasi, dan terus mendorong kaderisasi dalam lembaga dan organisasi muslimah terbesar di negeri ini. 

Acara selesai pada jam 12.30 WIB. Ditutup dengan foto bersama dan makan-makan serta ramah tamah.

Kita sama-sama tunggu kiprah dan gebrakan Fatayat NU PAC Guntur ya!

 
 
**
Untuk  kerjasama  review, liputan, event, narsum dll
For reservation,  review and any other collaboration, 
please do not hesitate to contact at 085701591957 (sms/wa)
email: demagzcie@gmail.com

Pelantikan Fatayat NU PAC Guntur Demak

Pelantikan Fatayat NU PAC Guntur Demak    Pada hari Ahad Pahing tanggal 29 Oktober 2017, Pimpinan Cabang Fatayat NU Demak melantik ...

Jumat, 22 April 2016

RA Kartini nyantri pada Kyai Soleh Darat

Ketika RA Kartini belajar mengaji.

Suatu ketika RA Kartini mengikuti pengajian yang diberikan oleh Kyai Sholeh Darat di pendopo rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga merupakan pamannya.

Pada pengajian tersebut, Kartini yang mempunyai pembawaan kritis menyampaikan kegundahannya kepada Kyai Sholeh Darat bahwa selama ini dia dan masyarakat jawa pada umumnya belajar mengaji hanya membaca dan menghafalkan al Quran tanpa mengetahui maknanya.

Kegundahan Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar: menerjemahkan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa.

Kiai Sholeh Darat pun memutuskan untuk melanggar aturan Belanda saat itu yang tak mengijinkan penerjemahan Al Qur’an ke dalam bahasa Jawa.

Supaya tidak mencolok, kyai Sholeh Darat menyamarkan terjemahan al Quran dalam bahasa Jawa tersebut dengan menuliskannya menggunakan alfabet arab. Bahasa jawa yang ditulis dengan alfabet arab ini dinamakan arab pegon yang sangat membantu orang jawa pada waktu itu dalam memahami al Quran.

Kitab tafsir dan terjemahan Qur’an ini diberi nama "Kitab Faidhur-Rohman" yang merupakan tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Kitab tersebut dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai hadiah perkawinan.              
Melalui terjemahan Mbah Sholeh Darat itulah RA Kartini menemukan salah satu tafsir ayat yang menggugah hati RA Kartini dan senantiasa diulang-ulangnya dalam berbagai suratnya kepada sahabat penanya di Belanda, yaitu surat Al Baqarah ayat 257.

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).”

Kalimat: مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ (minazhzhulumaati ilannuur) dalam ayat tersebut dalam bahasa Belanda adalah : "Door Duisternis Toot Licht"  berarti dari kegelapan menuju cahaya (bukan habis gelap terbitlah terang).

Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang,” yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyurat RA Kartini.

Selamat Hari Kartini ...

*)Kyai Shaleh Darat yang juga guru dari Kyai Hasyim Ashari dan Kyai Ahmad Dahlan ini wafat di Semarang pada18 Desember 1903 dan dimakamkan di pemakaman umum “Bergota” Semarang. dalam usia 83 tahun.

Selamat hari Kartini...👍🏽😄👍🏽

RA Kartini nyantri pada Kyai Soleh Darat

RA Kartini nyantri pada Kyai Soleh Darat Ketika RA Kartini belajar mengaji. Suatu ketika RA Kartini mengikuti pengajian yang diberikan ole...

 

Fatayat Kita © 2015 - Designed by Templateism.com, Distributed By Blogger Templates